Berdasarkan tulisan Ellen White, mereka digambarkan **sepenuhnya jahat**.
Ini bukan berarti mereka tidak bisa merasakan emosi seperti penyesalan atau kekecewaan, tetapi motivasi di balik emosi itu sepenuhnya egois dan tidak lagi mengandung unsur kebaikan atau kasih kepada Tuhan dan sesama.
Berikut adalah penjelasannya:
1. **Penyesalan Mereka Bukanlah Pertobatan**: Orang jahat akan merasakan penyesalan yang mendalam, tetapi itu bukan karena mereka menyesali dosa mereka. Mereka menyesal karena **konsekuensi** dari dosa mereka. Mereka tidak sedih karena telah menyakiti Tuhan, melainkan karena mereka kalah dan akan dihancurkan.
> "Orang-orang jahat dipenuhi dengan penyesalan, bukan karena kelalaian mereka yang berdosa terhadap Tuhan dan sesama manusia, tetapi karena Tuhan telah menang. Mereka meratapi hasilnya, tetapi mereka tidak bertobat dari kejahatan mereka." (
GC 668.2)
2. **Karakter Mereka Telah Tetap**: Pada saat kematian, karakter seseorang sudah final. Kebangkitan tidak mengubah natur mereka. Jika seseorang mati dalam pemberontakan dan keegoisan, mereka akan dibangkitkan dengan natur yang sama. Tidak ada lagi dorongan Roh Kudus untuk menuntun mereka pada kebaikan.
> "Mereka keluar dari kubur dengan keinginan dan nafsu yang sama, kesukaan dan ketidaksukaan yang sama, yang mereka miliki saat mereka mati." (
GC 662.2)
3. **Sepenuhnya Selaras dengan Setan**: Bukti paling jelas dari natur mereka yang sepenuhnya jahat adalah betapa cepat dan mudahnya mereka bergabung dengan Setan dalam pemberontakan terakhir. Tidak ada keraguan atau pertentangan batin. Pikiran dan tujuan mereka sepenuhnya selaras dengan kebencian dan pemberontakan Setan terhadap Tuhan.
> "Setan... menyatakan bahwa sebagai pemimpin mereka, ia sanggup menggulingkan kota itu dan merebut kembali takhta dan kerajaannya. ... Dengan kegembiraan liar, banyak sekali orang yang dibangkitkan mendengarkan usulannya dan menyatakan kesetiaan mereka kepadanya." (
GC 663.2, 664.1)
Jadi, meskipun mereka adalah manusia yang pernah memiliki kesempatan untuk memilih kebaikan, pada titik ini, karakter mereka telah sepenuhnya menyerah pada kejahatan. Setiap "kebaikan" yang tampak hanyalah manifestasi dari keegoisan. Mereka tidak lagi memiliki kasih, kebaikan, atau kesetiaan kepada apa pun selain diri mereka sendiri dan pemberontakan mereka. Dalam pengertian ini, mereka **sepenuhnya jahat**.