Orang jahat yg bangkit pd kedatangan Yesus ke3 kali, masih ada kasih yg tersisa dlm diri mereka?
Berdasarkan tulisan Ellen White, orang-orang jahat yang dibangkitkan pada akhir 1000 tahun (yang sering disebut sebagai kedatangan Yesus ketiga kali saat Yerusalem Baru turun ke bumi) **tidak memiliki sisa kasih** dalam diri mereka. Sebaliknya, mereka dibangkitkan dengan karakter, kebencian, dan pemberontakan yang sama seperti yang mereka miliki saat mereka meninggal. Berikut adalah beberapa poin kunci dari tulisan-tulisannya mengenai kondisi mereka: 1. **Dibangkitkan dengan Karakter yang Sama** Mereka tidak mengalami perubahan karakter saat dibangkitkan. Keinginan dan sifat mereka tetap sama seperti sebelum mereka mati. "Orang-orang jahat menerima upah mereka di bumi. ... Mereka keluar dari kubur mereka, dengan perawakan dan bentuk yang sama seperti ketika mereka masuk ke dalamnya. ... Mereka keluar dari kubur dengan keinginan dan nafsu yang sama, kesukaan dan ketidaksukaan yang sama, yang mereka miliki saat mereka mati." (GC 662.2) 2. **Penuh dengan Kebencian dan Pemberontakan** Saat dibangkitkan, mereka tidak merasakan penyesalan atau cinta, melainkan kebencian yang sama terhadap Kristus dan umat-Nya. Pikiran mereka segera dipenuhi dengan rencana untuk melanjutkan pemberontakan terakhir. "Setan... mempersiapkan perjuangan besar terakhir untuk supremasi. ... Ia pergi ke antara kumpulan orang banyak yang telah dibangkitkan dan... ia menyatakan bahwa sebagai pemimpin mereka, ia sanggup menggulingkan kota itu dan merebut kembali takhta dan kerajaannya." (GC 663.2) 3. **Mudah Ditipu oleh Setan** Karena hati mereka tidak berubah dan masih penuh dengan kejahatan, mereka dengan cepat bergabung dengan Setan dalam upaya terakhirnya untuk menyerang Kota Allah. Ini menunjukkan tidak adanya kasih atau keinginan untuk berdamai dengan Tuhan. "Setan melihat bahwa ada banyak sekali orang yang telah dibangkitkan dari antara orang mati. ... Setan berunding dengan para malaikatnya, dan kemudian dengan raja-raja dan para penakluk serta orang-orang perkasa ini. Mereka melihat kekuatan dan jumlah yang ada di pihak mereka, dan menyatakan bahwa tentara di dalam kota itu kecil jika dibandingkan dengan tentara mereka, dan bahwa kota itu dapat dikalahkan." (GC 664.1) Singkatnya, kebangkitan kedua (kebangkitan orang jahat) bukanlah kesempatan kedua untuk keselamatan atau perubahan hati. Itu adalah momen untuk menghadapi penghakiman terakhir. Mereka dibangkitkan dengan "kebencian yang sama terhadap Tuhan yang mengilhami Setan" (GC 664.1) , tanpa ada sisa kasih atau kebaikan dalam diri mereka.
Mereka hampir atau sepenuhnya jahat?
Berdasarkan tulisan Ellen White, mereka digambarkan **sepenuhnya jahat**. Ini bukan berarti mereka tidak bisa merasakan emosi seperti penyesalan atau kekecewaan, tetapi motivasi di balik emosi itu sepenuhnya egois dan tidak lagi mengandung unsur kebaikan atau kasih kepada Tuhan dan sesama. Berikut adalah penjelasannya: 1. **Penyesalan Mereka Bukanlah Pertobatan**: Orang jahat akan merasakan penyesalan yang mendalam, tetapi itu bukan karena mereka menyesali dosa mereka. Mereka menyesal karena **konsekuensi** dari dosa mereka. Mereka tidak sedih karena telah menyakiti Tuhan, melainkan karena mereka kalah dan akan dihancurkan. > "Orang-orang jahat dipenuhi dengan penyesalan, bukan karena kelalaian mereka yang berdosa terhadap Tuhan dan sesama manusia, tetapi karena Tuhan telah menang. Mereka meratapi hasilnya, tetapi mereka tidak bertobat dari kejahatan mereka." (GC 668.2) 2. **Karakter Mereka Telah Tetap**: Pada saat kematian, karakter seseorang sudah final. Kebangkitan tidak mengubah natur mereka. Jika seseorang mati dalam pemberontakan dan keegoisan, mereka akan dibangkitkan dengan natur yang sama. Tidak ada lagi dorongan Roh Kudus untuk menuntun mereka pada kebaikan. > "Mereka keluar dari kubur dengan keinginan dan nafsu yang sama, kesukaan dan ketidaksukaan yang sama, yang mereka miliki saat mereka mati." (GC 662.2) 3. **Sepenuhnya Selaras dengan Setan**: Bukti paling jelas dari natur mereka yang sepenuhnya jahat adalah betapa cepat dan mudahnya mereka bergabung dengan Setan dalam pemberontakan terakhir. Tidak ada keraguan atau pertentangan batin. Pikiran dan tujuan mereka sepenuhnya selaras dengan kebencian dan pemberontakan Setan terhadap Tuhan. > "Setan... menyatakan bahwa sebagai pemimpin mereka, ia sanggup menggulingkan kota itu dan merebut kembali takhta dan kerajaannya. ... Dengan kegembiraan liar, banyak sekali orang yang dibangkitkan mendengarkan usulannya dan menyatakan kesetiaan mereka kepadanya." (GC 663.2, 664.1) Jadi, meskipun mereka adalah manusia yang pernah memiliki kesempatan untuk memilih kebaikan, pada titik ini, karakter mereka telah sepenuhnya menyerah pada kejahatan. Setiap "kebaikan" yang tampak hanyalah manifestasi dari keegoisan. Mereka tidak lagi memiliki kasih, kebaikan, atau kesetiaan kepada apa pun selain diri mereka sendiri dan pemberontakan mereka. Dalam pengertian ini, mereka **sepenuhnya jahat**.
Conversational
Context-first with quotes woven naturally
Citation-First
Direct quotes prominently displayed first
Academic
Formal theological analysis with citations
Devotional
Warm, application-focused insights
Summary
Brief, concise answers with key refs
Genre
Audience
Clear filters to use this tab
Note: Ellen Chat may generate unexpected or inaccurate responses. Please verify any quotes with original sources.

Source Reference

Cite This Reference