Ellen White mengajarkan bahwa daging babi dilarang oleh Tuhan, namun ia secara spesifik menyatakan bahwa hal ini bukan merupakan pertanyaan ujian" (test question) bagi keanggotaan gereja pada masa itu (
16MR 173). Meskipun ia memahami bahwa , ia menasihati agar tidak menjadikannya sebagai ukuran kesetiaan atau syarat persekutuan sebelum cahaya kebenaran ini dipahami secara luas oleh jemaat. Pada awalnya, pandangan mengenai daging babi di kalangan perintis Advent berkembang secara bertahap. Sebelum pesan kesehatan diberikan secara lengkap kepada Ellen White pada tahun 1863, ia dan suaminya, James White, bahkan mencegah anggota yang mencoba memaksakan larangan makan babi. James White menulis pada tahun 1850 bahwa mereka tidak percaya Alkitab mengajarkan penggunaan daging babi sebagai hal yang "berdosa" dalam dispensasi injil (
MR852 1.2). Ketika ada anggota yang mencoba menjadikan pantang daging babi sebagai ujian kesetiaan kepada firman Allah pada tahun 1858, Ellen White menulis bahwa jika itu adalah tugas gereja untuk berpantang, maka . Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya cahaya mengenai reformasi kesehatan, penekanan beralih pada dampak buruk makanan tersebut terhadap kerohanian dan kesehatan fisik. Ellen White menjelaskan bahwa bagi mereka yang ingin menjadi murni, halus, dan kudus,penggunaan makanan yang memiliki efek berbahaya pada jiwa dan tubuhharus ditinggalkan (
TSDF 73.7).
Di kalangan Advent abad ke-19, penggunaan daging babi akhirnya dilarang secara virtual, meskipun daging lain yang dianggap haram dalam
Imamat 11 pada awalnya tidak dipandang dengan tingkat ketegasan yang sama seperti daging babi (
MR852 2.2). Mengenai apakah hal ini dipandang sebagai dosa, Ellen White menunjukkan bahwa bagi mereka yang telah menerima cahaya namun tetap mengonsumsi hewan yang tidak sehat, hal tersebut bisa menjadi masalah serius di hadapan Tuhan. Ia pernah menegur seorang anggota dengan mengatakan bahwa tindakannya mengonsumsi daging hewan yang tidak sehat adalah "dosa besar" yang dicatat oleh malaikat dan memerlukan . Namun, ia juga memperingatkan agar tidak memberikan kepada orang-orang yang situasinya belum memungkinkan untuk mengadopsi reformasi kesehatan secara penuh (
TSDF 24). Secara praktis, nasihat ini menekankan pentingnya menjaga tubuh sebagai bait Allah dengan memilih makanan yang paling bergizi seperti . Prinsipnya adalah kemajuan bertahap menuju pola makan yang diberikan Tuhan pada awal penciptaan, sambil tetap menunjukkan kebijaksanaan kepada mereka yang berada dalam kondisi sulit. Ellen White menyatakan bahwa ia tidak bisa memaksakan larangan makan telur atau susu kepada orang miskin, karena . Sebagai kesimpulan, konsumsi daging babi dipandang sebagai pelanggaran terhadap instruksi ilahi yang berdampak buruk pada kesehatan dan spiritualitas. Namun, Ellen White tidak memandangnya sebagai dosa otomatis yang menghakimi keselamatan seseorang tanpa mempertimbangkan cahaya yang diterima dan situasi individu, melainkan sebagai bagian dari panggilan menuju penyucian karakter. --- 💡 **Anda mungkin juga ingin menjelajahi:**
• Apa alasan utama Ellen White melarang konsumsi daging babi selain karena hukum Imamat?
• Bagaimana Ellen White menyarankan kita menghadapi orang yang belum bisa meninggalkan daging sepenuhnya?
• Apa hubungan antara pola makan yang bersih dengan kemampuan kita untuk memiliki persahabatan dengan malaikat surgawi?