Matius 24:36 (TB) Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri." Apa komentar Ellen g white mengenai ayat ini

Pernyataan Yesus dalam Matius 24:36 sering kali digunakan oleh mereka yang menolak pesan kedatangan Kristus untuk menyatakan bahwa manusia tidak perlu mengetahui apa pun mengenai waktu kedatangan-Nya. Namun, pemahaman yang benar menunjukkan bahwa meskipun hari dan jam yang tepat tidak diketahui oleh siapa pun, termasuk malaikat, kita tetap diberikan instruksi dan kewajiban untuk mengetahui kapan waktu itu sudah dekat (GC 370.2). Kristus memberikan tanda-tanda zaman agar umat-Nya tidak berada dalam kegelapan, dan mengabaikan peringatan ini bisa berakibat fatal, sama seperti orang-orang di zaman Nuh yang tidak menyadari datangnya air bah (GC88 370.2). Penting untuk dipahami bahwa satu pernyataan Juruselamat tidak boleh digunakan untuk membatalkan pernyataan-Nya yang lain. Meskipun waktu yang spesifik dirahasiakan, Yesus sendiri memberikan perumpamaan tentang pohon ara untuk mengajarkan bahwa kedekatan peristiwa tersebut dapat dikenali (BTS June 1, 1902, par. 3).

Kita diperintahkan untuk berjaga-jaga, menunggu, berdoa, dan bekerja, namun kita dilarang untuk memprediksi waktu yang pasti, baik itu dalam hitungan satu, lima, atau sepuluh tahun ke depan (1SM 189.2). Sikap hati yang benar dalam menghadapi ketidaktahuan akan waktu yang tepat ini adalah dengan menjadi hamba yang setia dan bijaksana. Kristus memperingatkan terhadap sikap hamba jahat yang berkata dalam hatinya bahwa tuannya menunda kedatangannya (PH156 7.1). Sebaliknya, tanda-tanda yang diberikan seharusnya cukup untuk mendorong kita bersiap-siap, sebagaimana Nuh mempersiapkan bahtera, sehingga hari itu tidak mengejutkan kita seperti pencuri di malam hari (GC 359.2).


You might also want to explore:

Ayat itu berkata Yesus tidak tahu

Pernyataan bahwa Yesus sendiri tidak mengetahui hari atau jam kedatangan-Nya merupakan penegasan langsung yang Beliau sampaikan saat berbicara dengan murid-murid-Nya di Bukit Zaitun. Kristus menyatakan dengan jelas bahwa Ia sendiri tidak dapat memberitahukan waktu spesifik dari penampilan-Nya yang kedua kali, karena waktu yang tepat tersebut merupakan rahasia Allah (HLv 425.2). Hal ini menunjukkan bahwa dalam kemanusiaan-Nya di bumi, Yesus tunduk pada batasan yang ditetapkan oleh Bapa mengenai pengungkapan waktu peristiwa besar tersebut. Meskipun Yesus menyatakan ketidaktahuan akan hari dan jam yang tepat, Beliau tetap memberikan instruksi yang sangat spesifik agar umat-Nya mengenali kapan waktu itu sudah dekat. Penting untuk dipahami bahwa satu pernyataan Juruselamat tidak boleh digunakan untuk membatalkan pernyataan-Nya yang lain; meskipun waktu pastinya dirahasiakan, kita tetap diwajibkan untuk memperhatikan tanda-tanda yang telah diberikan agar kita tidak binasa seperti orang-orang di zaman Nuh (GC 370.2). Ketidaktahuan akan waktu yang tepat ini dimaksudkan agar para pengikut-Nya selalu berada dalam posisi berjaga-jaga, menunggu, berdoa, dan bekerja (1SM 189.2).

Alasan mengapa Allah tidak memberikan pengetahuan tentang waktu yang pasti ini adalah karena manusia tidak akan menggunakan informasi tersebut dengan benar jika mereka mengetahuinya. Pengetahuan tentang waktu yang spesifik justru dapat menghambat pekerjaan Tuhan dalam mempersiapkan umat-Nya untuk berdiri di hari besar tersebut (Ev 221.1). Oleh karena itu, setiap upaya untuk memprediksi waktu yang pasti, baik itu dalam jangka waktu satu, lima, atau sepuluh tahun ke depan, merupakan tindakan yang melampaui apa yang telah dinyatakan oleh Kristus (1SM 189.2).


You might also want to explore:

Kalau Yesus itu Allah kenapa Bapa membatasi pengetahuan Yesus

Hubungan antara Yesus dan Bapa merupakan sebuah misteri yang mendalam, di mana Yesus adalah Allah yang menyatakan diri dalam rupa manusia. Meskipun dalam diri-Nya berdiam seluruh kepenuhan keilahian secara jasmani, Yesus datang ke dunia ini untuk menjadi perwakilan yang sempurna bagi umat manusia. Dalam misi-Nya di bumi, keilahian-Nya sering kali memancar melalui kemanusiaan-Nya, namun Ia tetap beroperasi dalam batasan-batasan yang ditetapkan untuk misi penebusan tersebut (YI September 30, 1897, par. 4). Yesus menegaskan kesatuan-Nya dengan Bapa dengan menyatakan bahwa mereka adalah satu, namun Ia juga mengakui peran Bapa sebagai sumber otoritas dalam pengungkapan rahasia-rahasia tertentu (8T 265.4). Sebagai Anak Manusia, Yesus berdiri sebagai teladan sempurna bagi manusia, menunjukkan integritas dan ketaatan yang mutlak kepada kehendak Bapa (3SP 259.3).

Pembatasan pengetahuan mengenai waktu kedatangan-Nya bukanlah tanda kekurangan kuasa, melainkan bagian dari kerendahan hati-Nya saat mengenakan sifat manusia untuk mengajarkan apa yang perlu diketahui oleh manusia (MH 419.3). Hikmat manusia sering kali terlalu lemah untuk menembus misteri inkarnasi ini, di mana Allah menyatakan diri-Nya melalui Kristus (BEcho March 8, 1897, par. 8). Kristus memiliki kuasa ilahi yang tidak terbatas dan kebenaran yang sempurna, namun Ia memilih untuk hidup dalam ketergantungan kepada Bapa agar dapat merasakan pencobaan yang sama seperti yang dialami manusia (BEcho November 1, 1892, par. 8).

Hal ini dilakukan agar Ia dapat menjadi perantara yang memahami kelemahan kita. Pada akhirnya, pengetahuan yang terbatas yang dimiliki manusia—dan yang ditunjukkan Yesus dalam kemanusiaan-Nya mengenai waktu tersebut—dimaksudkan agar umat Allah tetap dalam kondisi belajar dan bergantung sepenuhnya pada wahyu ilahi (8T 267.3). Banyak hal yang saat ini menjadi misteri bagi kita akan dipahami dengan jelas ketika konflik besar ini berakhir dan kita bertemu dengan Kristus dalam kemuliaan-Nya (8T 267.3).


You might also want to explore:

Conversational
Context-first with quotes woven naturally
Citation-First
Direct quotes prominently displayed first
Academic
Formal theological analysis with citations
Devotional
Warm, application-focused insights
Summary
Brief, concise answers with key refs
Genre
Audience
Clear filters to use this tab
Note: Ellen Chat may generate unexpected or inaccurate responses. Please verify any quotes with original sources.

Source Reference

Cite This Reference